Jumat, 16 Mei 2014

“YANG TERHEMPAS DAN YANG KANDAS, KINI GILIRAN SIAPA MENYUSUL.....?”




Mendung pekat dan Bulan Kabangan, bakal silih berganti payungi Bhumi Ragem Sai Mangi Wawai, barangkali ungkapan ini cukup mengena untuk kondisi kedepan dalam pandangan kontemporer Tubarat. Bocoran dari keluarga dekat istana, kondisi ini sudah mengarah pada kekhawatiran.

Secara beruntun diawali pada medio April 2014 ini ; orang kuat sudah tidak pegang lagi kendali, akan ada gerbong panjang migrasi atau upaya mutasi itupun kalau tidak ada upaya pengereman.  Bilik sebelah, yang selama ini lebih berkesan sebagai partner terjadi bongkar pasang besar-besaran. Figur yang selama ini dipandang mampu jalan bermesraan, terjungkal.

Jajaran yang baru ini, selain mayoritas diisi pemula ada menyembul pemain lama yang berlenggang memantapkan diri. Tetapi dari keseluruhan track recordnya sudah dikantongi sang penguasa.

Sekarang kita hanya berharap ada keajaiban. Sebab ada yang bilang iblis sekalipun pada masanya bisa berubah jadi malaikat. Yang kita tak mengerti adalah manakala kita beli kucing dalam karung, iya kalo masih orok kucing, bagaimana kalau musang....?

Olok-olok ini bukan tidak beralasan, mulai dari bibir meja kedai tuak hingga tepi meja kaum bangsawan bahkan meja makan Baginda, diskusi-diskusi tak resmi pun jadi pelengkap menu masakan keseharian, tanpa bumbu saos bahkan juz yang tersajipun tak rasa manis lagi, wajah-wajah cemberut.

Dua kekuatan sudah berhadap-hadapan, tanpa sempat menata diri ; prematur. Ada yang mulai merasa kehilangan teman, padahal ini belum masuk pada babak permulaan. Sesal kemudian tiada arti, ini sesal mematut diri. Waktu yang tinggal sepenanakan nasi pun dipertaruhkan. Teman-teman tengah menahan perih dan pedih, untuk waktu yang lama dan jangan diharap kembali.

Transaksi ini kian tegas, beli putus jadi pilihan. saya berharap kedepan teman-teman media segera mengatur langkah, jadilah penyeimbang, kondisi ini kata Sutan Bhatoegana ngeri-ngeri sedap.


Tabik puun....selamat menikmati.


                                                                                                               Candramukti, 14 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar