Secara beruntun diawali pada
medio April 2014 ini ; orang kuat sudah tidak pegang lagi kendali, akan ada
gerbong panjang migrasi atau upaya mutasi itupun kalau tidak ada upaya
pengereman. Bilik sebelah, yang selama
ini lebih berkesan sebagai partner terjadi bongkar pasang besar-besaran. Figur
yang selama ini dipandang mampu jalan bermesraan, terjungkal.
Jajaran yang baru ini, selain
mayoritas diisi pemula ada menyembul pemain lama yang berlenggang memantapkan
diri. Tetapi dari keseluruhan track recordnya sudah dikantongi sang penguasa.
Sekarang kita hanya berharap
ada keajaiban. Sebab ada yang bilang iblis sekalipun pada masanya bisa berubah
jadi malaikat. Yang kita tak mengerti adalah manakala kita beli kucing dalam
karung, iya kalo masih orok kucing, bagaimana kalau musang....?
Olok-olok ini bukan tidak
beralasan, mulai dari bibir meja kedai tuak hingga tepi meja kaum bangsawan
bahkan meja makan Baginda, diskusi-diskusi tak resmi pun jadi pelengkap menu
masakan keseharian, tanpa bumbu saos bahkan juz yang tersajipun tak rasa manis
lagi, wajah-wajah cemberut.
Dua kekuatan sudah
berhadap-hadapan, tanpa sempat menata diri ; prematur. Ada yang mulai merasa
kehilangan teman, padahal ini belum masuk pada babak permulaan. Sesal kemudian
tiada arti, ini sesal mematut diri. Waktu yang tinggal sepenanakan nasi pun dipertaruhkan.
Teman-teman tengah menahan perih dan pedih, untuk waktu yang lama dan jangan
diharap kembali.
Transaksi ini kian tegas, beli
putus jadi pilihan. saya berharap kedepan teman-teman media segera mengatur langkah,
jadilah penyeimbang, kondisi ini kata Sutan Bhatoegana ngeri-ngeri sedap.
Tabik puun....selamat
menikmati.
Candramukti,
14 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar