Bergiat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kab Tulangbawang Barat, Fasilitator Daerah PATBM Kab Tubaba dan Ketua II P2TP2A Kab Tubaba Prov Lampung | Laporkan bilamana Anda mendengar, melihat dan atau mengetahui ada tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan Anda | WHATSAPP PENGADUAN 0853-80-344-007 | e-mail : eliasunarto07@gmail.com | lpa.tubaba@gmail.com
Rabu, 28 Mei 2014
Sabtu, 24 Mei 2014
~ SIMPANG JALAN BULAN YANG SEPOTONG ~
(Camarku : Mardalena Puspa Sari)
Angin
gontai sembunyi antara ranting angkuh
:
bulan yang sepotong tafakur
Coba
simak makna
Lelaki
hitam itu coba bersilat
Kawinkan
kata dan syair
Lahirkan
seribu dusta
Ia
berduga
Camarnya
tak lagi setia
Bulan
yang sepotong
Teteskan
bara
#Way
Abung, malam minggu
09 Oktober 1988
Jumat, 23 Mei 2014
~ SIMPANG JALAN BULAN YANG SEPOTONG ~
(Camarku : Mardalena Puspa Sari)
Angin
gontai sembunyi antara ranting angkuh
:
bulan yang sepotong tafakur
Coba
simak makna
Lelaki
hitam itu coba bersilat
Kawinkan
kata dan syair
Lahirkan
seribu dusta
Ia
berduga
Camarnya
tak lagi setia
Bulan
yang sepotong
Teteskan
bara
(Way
Abung, malam minggu 09 Oktober 1988)
Minggu, 18 Mei 2014
Sabtu, 17 Mei 2014
~ PENTAS DI KERANGKENG MACAN ~
Aku
tersungkur
Ada ngilu
dipantatku
Kuraba
mukaku yang bebal
Samar-samar
Kutangkap
tawa genit
Senuk-senuk
jalang
Para
centeng itu lalu menepuk dadanya
Dengan
lengannya ia angkat aku
: mirip
bangke ayam
Aku malu
Didepanku
para pelacur kasih kecup
: buat
sang centeng
Aku muak
Aku
memaki, Tuhan tak datang menolongku
Aku lari
Dengan
tawa bangga mereka
(25 April
1989)
~ ISABNU MARYAMA ~
(Almasih ‘Isa
putra Maryam)
Ketika dihadapmu dihadirkan rembulan yang utuh satu
Masih jugakah keraguan membelenggumu
Sesungguhnya dia adalah seorang hamba
Yang padanya diberi suatu nikmat
Contoh ajaib bagimu
Maka nikmat Tuhan yang manakah
Kau dustai
Itulah Isa putra maryam
Yang mengtakan perkataan yang benar
Karena itu janganlah kau ragu
Inilah jalan yang lempang
...........Way Abung II, 05 Mei
1990
~Menggugat Kreatifitas Sineas Muda Indonesia~
Dua
dasawarsa lalu
mereka
sembunyi dibalik ‘tuntutan pasar’
sang
pelakon pun halalkan aksi demi tuntutan skenario
belum
lama pemirsa dibuat geleng-geleng kepala
ketika
segala makhluk arsal dedemit, jin, pocong, kunti dan seandanya
‘bangkit
dari kubur’ (kembali) berebut rezeki dugem
Sekarang
kita ‘wajib’ karantina putra-putri harapan bangsa
Dari
ekspansi kikir kreativitas mereka
Epos
luhur saur-pitutur sepuh
Harus
kotor dalam raupan pundi rupiah,
sama
aksi kotornya sang koruptor
Bgmn era kuda gigit besi Manguntur
Punggawa
bisa betarung dg Batman
Yang
seratusan tahun berikutnya pun belum digagas wujudnya
Sehingga
konspirasi ‘mbedagul’ pun terwujud
Titisan
‘the joker’ jadi sekutu Bajangputra, Krisnha ~bocah~ jadi pemanis episode
Siluman
Ular musuh Sun Go Kong kesengsem tanah Leluhur Jawa
Kini
tinggal menanti saja kemunculan Upin-Ipin .......sekalian
Mengapa
tidak segera saja diramekan dalam satu episode
Wiro
Sableng murid Eyang Sinto Gendeng
Atau
Karta Si Gila dari Muara Bondet atau Badra Mandrawarta Si Buta dari Goa Hantu
Biar
lebih seru aku tawarkan hadirkan George Washington
Atau
biar tampak saru, undang saja ‘geisha’ Miyabi
Klo
gk mau kalah gokil adu Tong Bajil dengan Pasangan Bolot-Tessi
Yakin
geh, ratingmu bakal meroket
Tapi
mau dibawa kemana generasi muda Indonesia nanti (?)
Langganan:
Postingan (Atom)
