: Sri Hastuti
niatku urung coba kecup bibirmu dengan pengakuanmu
: kejujuran
(kau menangis sambil bercerita, geram dihatiku,
benci dan kecewa lebur jadi satu)
kita bertemu atas kehendak Tuhan
masih utuhkah itu?
kubiarkan sepi terusik tangismu
menangislah sayang
biar luntur itu noda dipipimu
agar dapat kuulang
coba cium mesra hangat bibirmu
*Way Abung II, 07 Februari 1990
Tidak ada komentar:
Posting Komentar