Aku
tersungkur
Ada ngilu
dipantatku
Kuraba
mukaku yang bebal
Samar-samar
Kutangkap
tawa genit
Senuk-senuk
jalang
Para
centeng itu lalu menepuk dadanya
Dengan
lengannya ia angkat aku
: mirip
bangke ayam
Aku malu
Didepanku
para pelacur kasih kecup
: buat
sang centeng
Aku muak
Aku
memaki, Tuhan tak datang menolongku
Aku lari
Dengan
tawa bangga mereka
(25 April
1989)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar