Sabtu, 17 Mei 2014

~ PENTAS DI KERANGKENG MACAN ~



Aku tersungkur
Ada ngilu dipantatku
Kuraba mukaku yang bebal

Samar-samar
Kutangkap tawa genit
Senuk-senuk jalang

Para centeng itu lalu menepuk dadanya
Dengan lengannya ia angkat aku
: mirip bangke ayam

Aku malu
Didepanku para pelacur kasih kecup
: buat sang centeng

Aku muak
Aku memaki, Tuhan tak datang menolongku

Aku lari
Dengan tawa bangga mereka

(25 April 1989)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar