Selasa, 16 Oktober 2018

BEDA PANDANGAN, LPA TANGGAPI LARANGAN SISWA BAWA PONSEL KE SEKOLAH






PANARAGAN JAYA, TUBABA (PojokTubaba.Com) – Beredar kabar Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung bakal menerapkan aturan larangan siswa membawa ponsel (baca; android) ke sekolah. Seperti dilansir lampost.co (Senin, 15/10/2018). Kepala Dinas Pendidikan Tubaba, Amrullah mengatakan ia akan tegas menerapkan aturan larangan tersebut. Menurut dia ini bertujuan untuk menghindari dampak negatif handphone di kalangan pelajar.

“Sangat setuju sekali, kami akan segera mengumpulkan semua sekolah untuk membahas hal ini, agar anak-anak kita terhindar dari dampak negatif penggunaan handphone khususnya pada saat belajar, kami mohon kepada orang tua dapat mendukung kebijakan kami ini,” kata Amrullah, saat ditemui lampost.co di sela-sela persiapan lomba UKS tingkat Provinsi Lampung di SMPN 3 Tumijajar.

Amrullah menegaskan, pemberlakuan larangan membawa HP akan diterapkan di seluruh sekolah dibawah naungan Disdik Tubaba tanpa kecuali namun terkait sanksi pihaknya menyerahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing.

Namun pandangan berbeda justru disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto. Aktifis anak ini mengaku tak sepaham dengan langkah Kadisdik Tubaba.

“Ini kebijakan kontra-produktif, sama kontroversialnya jika ada yang menggagas tes keperawan di kalangan pelajar,”  kata Elia Sunarto.

Menurut pria yang konsisten melindungi anak dan hak-hak anak ini, kalau ingin menghindari dampak negatif penggunaan smartphone tak harus dengan membuat larangan demikian. Kita bisa sepakati larangan buka ponsel saat pelajaran berlangsung. Pegiat anak ini mengingatkan, Tubaba sejak 2015 telah menginisiasi pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Langkah ini mestinya dibahas dulu di Gugus Tugas KLA, bukankah Dinas Pendidikan itu jadi anggota dan pilar utamanya. Ini era serba digital, Anak memilik hak mendapatkan informasi sesuai usianya yang diakui undang-undang,” paparnya.

Bupati Tubaba Umar Ahmad pada September 2016 lalu menerima penghargaan dari PT Telkom Indonesia atas implementasi program Smart City Nusantara yang di laksanakan di Tubaba. Di beberapa titik area publik (taman) Pemkab menyediakan fasilitas internet gratis (wifi), ini upaya memenuhi salah satu hak anak yang ada dalam konsep Kabupaten Layak Anak. Larangan penggunaan smartphone bertolak belakang dengan konsep pendidikan.

“Pak Umar Ahmad baru saja dapat penghargaan sebagai Bupati inisiator Kabupaten Layak Anak dari pusat,” ungkap Elia Sunarto (***)



Kamis, 11 Oktober 2018

MELALUI LOKAKARYA MINI LINSEK, LPA TUBABA - PUSKESMAS PANARAGAN JAYA TINGKATKAN KERJASAMA




TULANG BAWANG TENGAH, TUBABA (PojokTubaba.com) – UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu PONED Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektoral tri bulanan. Kegiatan dihadiri unsur pimpinan kecamatan (Camat, Danramil, dan Kapolsek) dan Lurah Kelurahan Panaragan Jaya, serta kepalo-Kepalo Tiyuh (kepala desa) dari Tiyuh Panaragan, Tiyuh Penumangan, Tiyuh Penumangan Baru, Tiyuh Panaragan Jaya Indah, Tiyuh Panaragan Jaya Utama, Tiyuh Menggala Mas, dan Tiyuh Bandar Dewa. TP PKK Kecamatan, Kepala SMA, SMP, SD, pengasuh Pondok Pesantren, perwakilan Kader dan jajaran tenaga medis se-wilayah kerja pelayan Puskesmas Rawat Inap Mampu PONED Panaragan Jaya.

Kegiatan yang berlangsung di aula Puskesmas Panaragan Jaya pada Kamis, 11 Oktober 2018 itu dihadiri juga oleh Kabid Yanmas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba, Karyawanto. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tubaba, Iwansyah dan Elia Sunarto Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat (LPA Tubaba).




Pertemuan yang membahas evaluasi komitmen dan perkembangan dari kerjasama yang sudah dibangun selama ini dipandu langsung oleh Camat Tulang Bawang Tengah, H. Nur Muhammmad, S. Sos., MM didampingi Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu PONED Panaragan Jaya, dr. Indah Sofiana Rades, MM.Kes.

Dari seluruh hasil evaluasi semua peserta sepakat untuk mempertahankan dan mengembangkan sinergitas yang sudah terjalin. Nur Muhammad menekankan perlunya dukungan dari tiyuh terutama dalam mengoptimalkan penggunaan Dana Desa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.





“Terutama untuk tiyuh-tiyuh yang baru melangsungkan Pemilihan Kepalo Tiyuh. Agar kepalo tiyuh yang baru nanti tetap melanjutkan kebijakan kerjasama ini,” pinta Camat Tulang Bawang Tengah.

Karyawanto dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat pada session terakhir pertemuan berharap pada tiap-tiap tiyuh memiliki setidaknya satu Posyandu unggulan sebagai sentra dari pos-pos yang ada, sehingga ini bisa menjadi model pelayanan prima kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut terlahir kesepakat baru antara LPA Tubaba dengan Puskesmas Panaragan Jaya dan camat Tulang Bawang Tengah.

“Ini merupakan hadiah ulang tahun bagi saya, hari ini dengan Puskesmas Panaragan Jaya, LPA Tubaba akan membentuk Posko Bersama Pelayanan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Pembentukan Forum Kader Peduli Perempuan dan Anak sebagai jejaring LPA Tubaba. Pak Camat sangat mendukung gagasan ini, bahkan minta minggu depan sudah bisa terbentuk termasuk pembentukan Forum Anak Kecamatan Tulang Bawang Tengah,” papar Elia Sunarto yang berulang tahun pada 10 Oktober ini bersemangat.

Model jejaring kader ini, lanjut aktifis perempuan dan anak Tubaba ini, sudah kita bentuk di Puskesmas Mulyo Asri masih wilayah Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

“Jejaring kader perempuan dan anak di wilayah Puskesmas Mulyo Asri sudah kita bentuk 3 tahun lalu, kemarin baru saja ulang tahun yang ke-3 saat pertemuan di Balai Tiyuh Candra Kencana. Di sana (Wilayah Mulyo Asri, red) kami per 2 bulan selalu mengadakan pertemuan rutin bergilir beranggotakan kader-kader 7 tiyuh,” urai Elia Sunarto.

Menurut pria berambut putih itu di Kecamatan Batu Putih jaringan kader juga terbentuk hampir 2 tahun lalu tapi belum bisa berjalan optimal. Ia berharap di 9 kecamatan yang ada di Tubaba ini segera terbentuk semua.

“Tentu ini perlu dukungan semua pihak,” pungkas Elia Sunarto sambil mengedipkan mata. (***)

Rabu, 10 Oktober 2018

WABUP TUBABA BUKA LITERASI MEDIA YANG DISELENGGARAKAN KPID



TULANG BAWANG TENGAH, TUBABA (PojokTubaba.Com) --- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Lampung bekerjasama dengan Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Literasi Media yang diikuti sejumlah organisasi masyarakat dan pegiat radio komunitas, diantaranya ibu-ibu Fathayat NU, Kaukus Perempuan Parlemen, Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Radio Klatak FM, Radio Magita FM dan Pemuda Pancasila.


Kegiatan yang dihadiri sekaligus dibuka Wakil Bupati Tulangbawang Barat, Fauzi Hasan ini diperuntukkan bagi penyelenggara hiburan televisi, radio dan para penggemarnya, mengambil tema “Cerdas dan tepat Memilih Media Cermin Kemajuan Peradaban”. Diselenggarakan di Wisma Asri, Tirta Makmur Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat, Rabu (10/10/2018).






KPID sebagai penyelenggara sedianya menghadirkan 3 orang narasumber yaitu; dari KPI Pusat, dari KPID Provinsi Lampung dan Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal, S. Kep., MH., tetapi pemateri dari pusat batal hadir karena alasan delay. Kegiatan berbentuk diskusi tersebut dipandu moderator Wirdayanti salah seorang komisioner KPID Lampung. Tampak hadir dalam acara tersebut Assisten II Setdakab Tubaba, Syakieb Arsalan yang hadir mendampingi Wakil Bupati Fauzi Hasan dan Dra. Yulisa Triginayu, MM dari Komisi B DPRD Tubaba.

Dalam sambutannya, Fauzi Hasan menyampaikan harapannya agar masyarakat Tubaba dapat diedukasi tak hanya bagaimana memilih, tetapi juga cerdas menggunakan media.

“Di era digital saat ini tak hanya soal kecerdasan memilih media tetapi justru yang terpenting bagaimana kita cerdas menggunakan media, sebab pengguna media ini tidak mengenal usia, terlebih dengan kehadiran gadget di tangan,” papar pria yang juga adalah Ketua Umum Dewan Kesenian Tubaba ini.

Ketua KPID Lampung, Febriyanto, S. Kom dalam sambutan pengantar kegiatan mengatakan penyelenggaraan Literasi Media ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat turut berpartisipasi mengawasi dan melaporkan bila mana ada pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara hiburan televisi maupun siaran radio.

Sri Wahyuni, M. Sos salah seorang komisioner KPID Lampung yang jadi narasumber berharap peserta dapat mendorong masyarakat ikut berpartisipasi mengawasi hiburan yang dikonsumsi keluarga melalui tayangan televisi maupun siaran radio, dari konten-konten yang dilarang, seperti siaran berbau SARA, kekerasan, seks, ujaran kebencian dan hoaks.

“Masyarakat silakan sms ke 0812-79-005-000 jika menemukan pelanggaran penyiaran, nanti akan ditindaklanjuti KPID,” jamin Sri Wahyuni. (**)