Senin, 19 Februari 2018

JADI PEMBINA UPACARA, KETUA LPA TUBABA AJAK WUJUDKAN SEKOLAH JADI RUMAH KEDUA ANAK




TUMIJAJAR, TUBABA (PojokTubaba.com) – Hadir di SMP Negeri 3 Tumijajar yang berada di Tiyuh Margodadi Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto didaulat menjadi Pembina Upacara Bendera, Senin 19-02-2018.

Dihadapan seluruh peserta upacara dalam amanatnya yang disampaikan tanpa teks, Elia Sunarto ajak semua keluarga besar SMPN 3 Tumijajar bisa bersinergi mewujudkan sekolah sebagai rumah Kedua Anak.

“Semua harus berperan aktif, Dewan Guru, pegawai, peserta didik dan alumni mendukung upaya kepala sekolah mewujudkan sekolah ini menjadi Sekolah Ramah Anak, di lingkungan sekolah tidak boleh lagi ada tindak kekerasan terhadap anak,” papar Elia Sunarto.









Ia juga menegaskan, bahwa selama ini berkembang asumsi negative kepada sekolah, orang selalu mengatakan pelaku tindak kekerasan itu identik dengan guru, padahal beberapa kejadian justru guru yang menjadi korban kekerasan dengan pelaku peserta didik dan atau bahkan orang tua siswa.

Untuk itu ia mengajak semua pihak berbenah dengan adanya paradigma Perlindungan Anak. Mengembangkan pendidikan karakter menumbuhkan sikap empati, peduli sesama dan santun dalam bertindak dan berujar, yang utama hormat dan menghargai guru.
















Kehadiran LPA Tubaba di sekolah-sekolah juga dalam rangka membantu Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat dalam upaya percepatan pengembangan Kabupaten Layak Anak yang sudah diinisiasi Tubaba sejak tahun 2015.

Selain mendorong sekolah segera menerapkan metode Sekolah Ramah Anak, sebagai implementasi pemenuhan hak anak dalam penyaluran aspirasi, sekolah juga diminta segera membentuk Forum Anak di tingkat sekolah.



Usai kegiatan upacara dilakukan pertemuan kecil antara Ketua LPA Tubaba dengan Kepala SMPN 3 Tumijajar, Dimanto Bangun, S. Pd yang didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Suko Wiyono dan salah satu guru, Sabdayati, S. Pd. Pertemuan tersebut membahas rencana kerjasama LPA Tubaba dan SMPN 3 Tumijajar untuk mengembangkan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Hal itu dibenarkan oleh Suko Wiyono, saat dihubungi PojokTubaba.com via WhatsAppnya. Kepada PojokTubaba.com kakak kelas Ketua LPA Tubaba saat di SMPN 1 TBT itu mengatakan pihak sekolah mengapresiasi kehadiran LPA Tubaba di sekolahnya.

“Kami siap bekerjasama dengan LPA Tubaba untuk kepentingan terbaik anak, itu akan ditindaklanjuti dalam pengembangan Sekolah Ramah Anak nanti,” kata Suko Wiyono sebagaimana tertulis dalam pesan WhatsApp kepada PojokTubaba.com (**)



Kamis, 15 Februari 2018

DUKUNG AKREDITASI, LPA TUBABA HADIRI LOKMIN LINSEK TRI BULANAN PUSKESMAS KARTARAHARJA



TUMIJAJAR, TUBABA (PojokTubaba.com) – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat dan mendapatkan dukungan untuk peningkatan status akreditasi, UPTD Puskesmas Rawat Inap Kartaraharja Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) undang sejumlah mitra kerjanya dalam penyelenggaraan Lokakarya Mini Tri Bulanan Lintas Sektoral Bidang Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Tiyuh Karta Raharja, Rabu (14/02/2018).

Selain dihadiri Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Karta Raharja, Hj Essy Novia juga tampak hadiri Camat Tulang Bawang Udik, Kapolsek TBU, Iptu Aladine Luby, Sertu Jumin dari Koramil TBU. Sejumlah Kepalo Tiyuh dan Ketua TP Tiyuh dari tiyuh binaan Puskesmas karta Raharja (Karta Raharja, Karta, Karta Sari, Gunung Katun Tanjungan, Karta Raya, Way Sido dan Karta Tanjung Selamat), Kepala Sekolah TK/PAUD, SD, SMP dan SMA. Tampak hadir pula dari Dinas Kesehatan, Kepala KUA TBU, Ketua LPA Tubaba, Korwas, dan Pimpinan BPJS Wilayah Tubaba.

Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Karta Raharja, Hj. Essy Novia dalam sambutan pengantarnya berharap adanya sumbang saran dan dukungan semua pihak yang bersifat membangun untuk peningkatan pelayanan puskesmas yang ia pimpin, hal ini juga terkait dukungan eksternal untuk peningkatan status akreditasi puskesmas.

Secara khusus pihak puskesmas juga berharap dukungan dan kerjasama otoritas sekolah untuk dapat mendorong dan diaktifkannya lagi program Usaha Kesehatan sekolah (UKS) di sekolah-sekolah.

“Ini penting sekali selain untuk mendidik anak-anak berperilaku sehat, mengajarkan mereka hidup sehat juga untuk meningkatkan sanitasi sekolah,” ungkap Essy Novia.














Dalam session tanya jawab diskusi berkembang termasuk soal kenakalan pelajar,pertanyaan yang disampaikan oleh salah seorang pendidik dari SDN 02 Karta Raharja itupun mendapat respon Sertu Jumin dari Koramil TBU, Kapolsek TBU dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto. Ketiganya menyatakan siap turun ke lapangan, ke sekolah-sekolah untuk memberikan pembinaan.

Dalam kesempatan tersebut Elia Sunarto selain memperkenalkan peran lembaga pendamping anak juga memaparkan paradigma Perlindungan Anak dalam pengasuhan dan pengajaran di lembaga pendidikan formal.

“LPA Tubaba tidak menghalang-halangi proses hukum pada kasus anak bermasalah dengan hukum,  kami hanya mendampingi dan memastikan dalam proses hukum tersebut justru tidak terjadi pelanggaran hak anak,” tegas Elia Sunarto menangkal asumsi miring yang ditujukan di lembaga yang ia pimpin sebagai Pelindung Anak.  (**)


Kamis, 08 Februari 2018

MUSRENBANG KEC. BATU PUTIH LPA TUBABA HADIR WAKILI SUARA ANAK


BATU PUTIH, TUBABA (PojokTubaba.com) – Roda demokrasi dalam menentukan arah kedepan pembangunan daerah diwujudkan dalam penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dengan harapan melalui kegiatan ini dapat mendengarkan aspirasi langsung masyarakat.

Musrenbang Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung diselenggarakan di Balai Tiyuh Sakti Jaya pada Selasa, (6/2/2018) diikuti Kepalo Tiyuh (Kepala Desa), Juru Tulis Tiyuh, Badan Perwakilan Tiyuh (BPT), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/sederajat, TP PKK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Musrenbang dihadiri Bupati Tubaba yang dalam hal ini diwakili Assisten II Setdakab Tubaba, Syakieb Arsalan. Sejumlah pejabat pratama dan struktural turut hadir mendampingi, diantaranya Dinas PUPR, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan, Dinas Petanian dan Peternakan, Bappeda dan Dinas Kesehatan. Tampak hadir diantara rombongan dari Pemkab Ketua Pospera Kec. Batu Putih, Sri Yanti dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto.


















Usai kegiatan, kepada PojokTubaba.com Elia Sunarto sampaikan apresiasinya kepada Camat Batu Putih Ibrahim yang telah mengundangnya.

“Dari Sembilan kecamatan yang ada di Tubaba baru Musrenbang Kecamatan Batu Putih yang menghadirkan suara anak, dalam hal ini disuarakan oleh LPA Tubaba,” ungkap Elia Sunarto.

Padahal, sambung aktivis anak ini, Bupati Tubaba sejak 2015 telah berinisiasi mengembangkan Kabupaten Layak Anak (KLA), ini dibuktikan dengan telah dibentuknya Gugus Tugas KLA oleh Bupati sejak 2015, tetapi lembaga koordinatif yang diketuai Kepala bappeda ini belum pernah melakukan pertemuan koordinasi.

“Tadi Nampak, ketika dari Dinas PUPR apresiasi kepedulian terhadap anak, dan paparkan bahwa Dinas PUPR memiliki program peduli anak. Ini menegaskan bahwa OPD-OPD tidak mengetahui adanya Gugus Tugas sehingga semua program tidak terintegrasikan karena masing-masing tidak terbangun sinergitas,” tukas Elia Sunarto.

Masih menurut pegiat anak ini, sebuah Kabupaten Layak Anak belum bisa dinyatakan KLA jika belum bisa menghadirkan suara anak dalam Musrenbang, yang disampaikan oleh organisasi atau perkumpulan anak yang disebut Forum Anak, atau diwakili lembaga pendamping anak dalam setiap penyelenggaraan Musrenbang.

Elia Sunarto mengaku gagal memperjuangkan keikutsertaan Forum Anak dalam setiap jenjang penyelenggaraan Musrenbang yang LPA Tubaba perjuangkan sejak 2017. (**)