Kamis, 08 Februari 2018

MUSRENBANG KEC. BATU PUTIH LPA TUBABA HADIR WAKILI SUARA ANAK


BATU PUTIH, TUBABA (PojokTubaba.com) – Roda demokrasi dalam menentukan arah kedepan pembangunan daerah diwujudkan dalam penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dengan harapan melalui kegiatan ini dapat mendengarkan aspirasi langsung masyarakat.

Musrenbang Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung diselenggarakan di Balai Tiyuh Sakti Jaya pada Selasa, (6/2/2018) diikuti Kepalo Tiyuh (Kepala Desa), Juru Tulis Tiyuh, Badan Perwakilan Tiyuh (BPT), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/sederajat, TP PKK, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Musrenbang dihadiri Bupati Tubaba yang dalam hal ini diwakili Assisten II Setdakab Tubaba, Syakieb Arsalan. Sejumlah pejabat pratama dan struktural turut hadir mendampingi, diantaranya Dinas PUPR, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan, Dinas Petanian dan Peternakan, Bappeda dan Dinas Kesehatan. Tampak hadir diantara rombongan dari Pemkab Ketua Pospera Kec. Batu Putih, Sri Yanti dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto.


















Usai kegiatan, kepada PojokTubaba.com Elia Sunarto sampaikan apresiasinya kepada Camat Batu Putih Ibrahim yang telah mengundangnya.

“Dari Sembilan kecamatan yang ada di Tubaba baru Musrenbang Kecamatan Batu Putih yang menghadirkan suara anak, dalam hal ini disuarakan oleh LPA Tubaba,” ungkap Elia Sunarto.

Padahal, sambung aktivis anak ini, Bupati Tubaba sejak 2015 telah berinisiasi mengembangkan Kabupaten Layak Anak (KLA), ini dibuktikan dengan telah dibentuknya Gugus Tugas KLA oleh Bupati sejak 2015, tetapi lembaga koordinatif yang diketuai Kepala bappeda ini belum pernah melakukan pertemuan koordinasi.

“Tadi Nampak, ketika dari Dinas PUPR apresiasi kepedulian terhadap anak, dan paparkan bahwa Dinas PUPR memiliki program peduli anak. Ini menegaskan bahwa OPD-OPD tidak mengetahui adanya Gugus Tugas sehingga semua program tidak terintegrasikan karena masing-masing tidak terbangun sinergitas,” tukas Elia Sunarto.

Masih menurut pegiat anak ini, sebuah Kabupaten Layak Anak belum bisa dinyatakan KLA jika belum bisa menghadirkan suara anak dalam Musrenbang, yang disampaikan oleh organisasi atau perkumpulan anak yang disebut Forum Anak, atau diwakili lembaga pendamping anak dalam setiap penyelenggaraan Musrenbang.

Elia Sunarto mengaku gagal memperjuangkan keikutsertaan Forum Anak dalam setiap jenjang penyelenggaraan Musrenbang yang LPA Tubaba perjuangkan sejak 2017. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar