Untuk
Ibu Guru Polonia Sibarani
(yang
pernah punya kenangan di SMT Pertanian Way Abung II)
(Kutoliman
gerah seperti biasa, iklim Indonesia)
Kutoliman
Ahh.....orang
biasa menyebutnya Kotagajah
Tak
ada salju cuci mukanya
Ibu....
Tak
dapat lebih dari ini
(sampai
hari ini aku masih di Indonesia)
Andai
aja aku tengah melangkahi
I”
Avenue Des Champ’s – Ely sees yang dingin
Atau
Boulevard Haussmann Faubourg
Lalu
mampir di Cave Les Deux Magots
Dapat
ku pesan Boeff Gras Sei, Salade De Cresson, Pottage Campagnard dan Champignons
de Paris
:
untukmu
(sayang
aku masih di Indonesia)
Ku
tak berani bayangkan
Menanti
Sinter class memberimu hadiah
Tanpa
Pit Hitam menghardikmu
Ibu
.....
Meski
dengan ini kebahagiaanku tak kurang
(sekalipun
aku tak keliling Eropa)
Bercerita
dan memberimu oleh-oleh
Dari
I’Arc De triomphe De L’ Etoile, La Tour Eiffel, La Cathederale Notre-Dame,
L’
Hotel Des Invalides-nya Paris
(yang
kata orang begitu megah)
Atau
sejuknya kota tua Wurzburg Jerman
(dimana
kata orang)
Kita
dapat memandang Benteng Tua Festung Marfenburg
Atau
Heidelberg
Atau
Wall Fahrtskirche
Bahkan
Cathedral Killian’s-Dome
Juga
luruhnya tembok Berlin yang angkuh
(sayang
itu sekedar mimpi)
Maka
terimalah ini
--------------------Kotagajah,
Natal 1989 -------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar