tiba-tiba hilang pesona kejantanan
tak lagi beri arti pentas malam ini
gesekan yang biasa merayu, merajuk dan menujam
tak lagi jinakan penggila tonil, yang kian liar beringsut
: pertunjukkan babak akhirkah ini?
orkestra demokrasi kian sumbang
tawarkan mimpi yang terbeli
aneksasi kebebasan yang dilukis darah, terbaptis tangis
pujangga menangis, petani meringis
buruh dan karyawan kehilangan panutan
tentara kehilangan pemimpin
guru..? tak lagi
bisa digugu dan ditiru
biola kusam tua dalam kesetiaan merajuk galau
tonil berlalu tanpa tepuk tangan penonton,
tanpa histeria dan pujian
panggung tanpa retorika
kehilangan
romantisme sepi dialektika
biola kusam tua dalam kesetiaan lumpuh didekap
kesendirian
mati tanpa kubur bernisan keraguan
Pemilu 2014
Candramukti, 13 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar