Latepost (23-9-2017)
PANARAGAN JAYA, TULANG BAWANG TENGAH, TUBABA (PojokTubaba.com) -- Akhir-akhir ini pemerintah dan banyak
kalangan tampak gencar kembali bicara pendidikan karakter, padahal di Indonesia
pendidikan karakter sudah menjadi goodwill
Presiden pertama Soekarno dengan semboyan bahwa kemerdekaan bertujuan
untuk nation and character building.
Memasuki era Orde Baru pada
tahun 70-an, pembangunan karakter bangsa (character
building) tidak lagi banyak mendapat perhatian. Dunia pendidikan kita menggagas
tema-tema yang lebih praktis seperti menyiapkan lulusan siap pakai dan
pendidikan berbasis kompetensi. Pendidikan lebih cenderung dilihat hanya
sebagai instrument untuk menyiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan
aktifitas ekonomi.
Pembentukan karakter memang
tidak bisa disepelekan atau diupayakan seadanya, tetapi harus terencana dan
terarah yang tentunya melalui pendidikan, baik itu pendidikan informal (keluarga),
formal (sekolah) maupun nonformal (masyarakat).
Terlebih, issu perlindungan
anak kian hari kian mengusik nurani, tingginya angka kasus kekerasan terhadap
anak terutama yang masih terjadi di lingkungan sekolah maupun sejumlah catatan
‘tindakan menyimpang’ yang melibatkan anak dibawah umur baik sebagai korban
maupun pelaku menyadarkan diri kita betapa mendesaknya perbaikan
penyelenggaraan perlindungan anak itu.
Menyadari kondisi tersebut, Yayasan
Istiqomah Islamiyah TK Al-Furqon dari Pondok Pesantren Al-Furqon Panaragan Jaya
Kecamatan Tulang Bawang Tengah menyelenggarakan kegiatan parenting bagi segenap
orang tua wali murid baik ibu-ibu maupun bapak-bapaknya.
Kegiatan yang dilaksanakan
pada Sabtu (23/9/2017) tersebut dibuka secara resmi oleh Pengasuh Ponpes
Al-Furqon, Drs. KH Muhyidin Pardi dengan menghadirkan dua orang pemateri yaitu;
Ketua LPA Tubaba, Elia Sunarto dan Kabid PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan
Kabupaten Tulangbawang Barat, Mujiono, SE.
Ust Muhyidin Pardi sempat
mengingatkan dalam kata sambutannya perlunya pendidikan karakter untuk
menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan karakter dapat
mempertebal cinta tanah air.
Kepala TK Al-Furqon, Sundari
minta orang tua dan walimurid dapat meningkatkan kapasitas pengasuh anak, sehingga
tidak lagi muncul pemikiran bahwa sekolah adalah satu-satunya wahana pendidikan
bagi anak.
Ketua LPA Tubaba, Elia Sunarto
dalam penyampaiannya menekankan perlunya peningkatan peran orang tua dalam
pengasuhan anak. Orang tua atau walimurid juga diminta mengambil peran lebih
besar dalam interaksi dengan pihak sekolah. Sehingga gagasan Sekolah menjadi
rumah kedua bagi anak, atau Sekolah Ramah Anak dapat segera terwujud dengan
dukungan dan partisipasi kuat orang tua. (**).










Tidak ada komentar:
Posting Komentar