Rabu, 19 September 2018

Seri parenting, kajian komunikasi : “HINDARI PHUBBING”



Panaragan Jaya (PojokTubaba.com) – Sebagai pemerhati anak yang juga aktif di sosial media, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Kab Tubaba), Elia Sunarto ajak kalangan orang tua, pendidik dan pemerhati anak bergerak bersama mengkampanyekan gerakan Anti Phubbing atau Stop Phubbing.

Phubbing adalah istilah sibuk main HP dan mengabaikan orang di hadapan kita. Fenomena ini mengemuka akhir-akhir ini seiring dengan semakin majunya era digital. Tak hanya melanda generasi millenial tetapi juga terjadi di kalangan orang tua yang mengenal dan berinteraksi di ranah sosial media, inilah yang terjadi, pola anti sosial.

Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan memang belum menjadi sebuah gerakan, sebagai gagasan ini merupakan kata baru yang sedang ditawarkan untuk dikampanyekan ~kampanye anti phubbing.

Istilah phubbing pertama kali diperkenalkan enam tahun silam, tepatnya pada bulan Mei 2012 dimana saat itu para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris. 

Phubbing adalah ungkapan yang menggambarkan tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget di tangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya,” terang Elia Sunarto.

Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Sampai saat ini Bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing ini. Padahal kita sendiri sering berbuat phubbing. Sebut saja misalnya saat menunggu makanan pesanan saat di restoran, padahal kita sedang bersama-sama tamu atau keluarga, tangan kita sambil memainkan gadget. 



Atau ketika menemani anak-anak, setiap satu menit sekali kita masih sempatkan melirik layar handphone kalau-kalau ada notifikasi yang masuk. Bahkan dalam acara atau kegiatan-kegiatan resmi pun sering kita lihat para pejabat di tribun kehormatan tampak asyik dengan gadget di tangan masing-masing.

PHUBBING merupakan kependekan  dari kata PHONE dan SNUBBING, diperkenalkan pertama kali oleh Alex Haigh, orang Australia yang dalam penelitiannya ia menemukan fakta mengabaikan sesama dalam masyarakat dan keluarga saat bertemu.

“Tidak berarti kita harus berhenti menggunakan handphone, tetapi mari kita benahi diri sendiri setidaknya dengan mengurangi phubbing sebisa mungkin,” ajak aktifis anak ini

Dengan semakin meluasnya penggunaan telepon pintar ini semakin menegaskan kebenaran sindiran, “deketin yang jauh, jauhin yang deket”.

Dunia pergaulan kita mulai diuji, ini soal etika atau sopan santun, jangan sampai kita dianggap tidak bisa menghormati orang-orang disekitar.  Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan teman, dengan sahabat, bahkan memisahkan kita dari saudara, orangtua, anak dan suami atau istri. (**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar