TUMIJAJAR, TUBABA (PojokTubaba.com) -- Jajaran Dinas Kesehatan
Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung terus berbenah dan
memperbaiki diri untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi
masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh secara rutin mereka
menyelenggarakan Lokakarya Mini melibatkan sejumlah stageholder terkait.
Diantaranya seperti yang dilakukan UPTD. Puskesmas Dayamurni, Kamis (8/3/2018).
Lokakarya Mini Lintas Sektoral
Tribulanan tsb dibuka langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Dayamurni Kecamatan
Tumijajar, H. Yulisir M. Noor dihadiri Uspika yaitu Camat Tumijajar Rasyid, SE
Kapolsek Tumijajar, Iptu Aladine, SH dan perwakilan Koramil setempat. Kepala
Dinas Kesehatan Tubaba diwakili oleh Karyawanto.
Sejumlah stageholder tampak
memenuhi undangan, diantaranya tujuh Kepalo Tiyuh yang ada diwilayah kerja UPTD
Puskesmas Daya Asri yaitu; Kelurahan Daya Murni, Tiyuh Daya Asri, Tiyuh Murni
Jaya, Tiyuh Daya Sakti dan Tiyuh Gunung Timbul. Para Kepala Sekolah dari
TK/PAUD, SD, SMP dan SMA. Sejumlah LSM, mass media, perwakilan BPJS Kabupaten
Tulangbawang Barat, kader-kader kesehatan, KUA Tumijajar, serta tampak hadir
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia
Sunarto.
H. Yulisir M. Noor dalam kata
sambutan sekaligus membuka acara mengatakan, pihaknya berharap dengan
digelarnya acara tersebut ada dukungan dan masukan dari para stageholder.
Sehingga dengan terjalinnya sinergitas lintas sektoral bidang kesehatan ini,
ada perbaikan pihaknya dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
“Ini langkah kami untuk menjalani proses akreditasi yang akan dilakukan
pihak independen terhadap institusi kami,” ungkap Yulisir.
Sementara itu, Camat Tumijajar
Rasyid mengatakan dalam sambutannya; perlu sosialisasi dan koordinasi supaya
masing-masing pihak tahu kontribusinya sesaui tupoksi masing-masing.
“Pemahaman itulah yang harus dimunculkan dalam lokakarya kali ini,”
tandas Rasyid yang mengaku baru kali ini mendapat undangan Lokakarya di UPTD
Puskesmas Dayamurni.
Malikatus Sholiha, SST dari
Puskesmas Dayamurni menyampaikan progress capaian yang telah dan akan dilakukan
UPTD Puskesmas Dayamurni dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, sedang dr. Edi
Winarso menyampaikan program inovasi untuk menghilangkan jamban cemplung
menggunakan closed melalui pemberdayaan masyarakat dalam penanganan sampah plastic,
program yang dinakan Wangsa si Barong (WC leher angsa dari sisa barang rongsok)
itu diharapkan mendapat dukungan banyak pihak terutama aparatur tiyuh untuk
menggerakkan potensi warga.
Sementara itu Ketua LPA Tubaba,
Elia Sunarto kepada PojokTubaba.com menegaskan komitmennya untuk mendukung dan
men-support langkah-langkah Puskesmas Dayamurni untuk meningkatkan pelayanan.
Dalam kesempatan memberikan
tanggapan dalam lokakarya itu, ia sempat menguraikan peran penting kehadiran
LPA dalam proses pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya terkait anak.
“LPA tidak hanya melindungi anak sebagaimana anggapan awam selama ini,
kami juga terjun untuk melakukan edukasi, advokasi dan pendampingan anak yang
bermasalah hukum. Dalam kondisi tidak bermasalah kami melakukan upaya pemenuhan
hak-hak anak, slah satunya hak untuk mendapatkan layanan kesehatan, ini juga
mencakup kegiatan di Posyandu-posyandu,” terangnya. (***)

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar