Selasa, 02 Januari 2018

FIKO PELAJAR KORBAN LUKA BAKAR DI SEKOLAHNYA MULAI DAPAT PERHATIAN

METRO, LAMPUNG (PojokTubaba.com) --- Alariq Fiko Damarsyah (12th), putra pasangan suami istri Firmansyah dan Handayani warga Jl. WR. Supratman RT 043 RE 011 Kelurahan Karang Rejo Metro Utara Provinsi Lampung yang sudah terbaring 2 bulan di rumah sakit akibat alami luka bakar serius disekujur tubuhnya saat ada kegiatan di sekolahnya mulai mendapat perhatian banyak kalangan. 

Pelajar SMPN 10 Metro ini alami luka bakar serius saat menjalani kegiatan kepramukaan di halaman sekolahnya pada 27 Oktober 2017 lalu. Fiko sempat dirawat di RS Ahmad Yani-Metro selama satu bulan 4 hari, lalu dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek-Bandar Lampung.

Menurut keterangan ibunya Fiko sudah dirawat di RSUS Abdoel Moeloek lebih sebulan tetapi kondisinya belum membaik.

“Saya tak tega mendengar keluhannya setiap saat, ia selalu merintih panas dan perih di sekujur tubuhnya,” tutur Handayani pada Ketua LPA Kabupaten Tulang Bawang Barat, Elia Sunarto.

“Alhamdulillah kasus ini sudah mendapat respon dari Direktur Rehabilitasi Anak Kemensos dan KPAI,” ungkap Elia Sunarto.

Masih menurut Elia, pihaknya mendapat laporan kasus ini dari rekan diluar daerah, setelah koordinasi dengan jejaring perlindungan anak yang ada di Kota Metro kasus ini pun ia teruskan  ke KPAI dan Kementerian.

Elia Sunarto sayangkan dengan kewilayahan yang tidak begitu luas, sebagai kota pelajar kasus yang menimpa pelajar SMP ini sampai hampir tak terdengar. Bahkan menurut keterangan aktifis PATBM di Kota Metro ada pejabat disana yang menunjukkan sikap kurang terpuji, menyebut ini bukan urusan kita.

Perkembangan terakhir, kasus ini mulai mendapat perhatian public, banyak kalangan berkeinginan menggalang dana membantu untuk meringankan penderitaan keluarga Fiko. Bahkan kabarnya ada pengusahan Lampung asal Kotabumi yang mulai berempati dengan kasus ini.

Melalui Jejaring Perlindungan Anak yang ada di Kota Metro dan aktifis PATBM disana, pihak Unit PPA Polres Kota Metro siap menindak lanjuti proses hokum kasus ini bila keluarga mau melaporkannya ke kepolisian.

“Pihak keluarga akan terhubung langsung nantinya dengan Komisi Bidang Kesehatan dari KPAI. Saya dengar warga Tubaba ada yang dirujuk di RSCM Jakarta menjalani 2x operasi sekarang sudah sembuh total, tapi memang biayanya bisa sampai 200-an juta” papar Ketua LPA Tubaba ini. (**)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar