Senin, 03 Juli 2017

Persetubuhan dengan anak dibawah umur : LPA SAYANGKAN, KORBAN DAN PELAKU DISEMBUNYIKAN KELUARGA



TULANG BAWANG TENGAH, TUBABA (PojokTubaba.com) – Rombongan penyidik dari Polsek Tulang Bawang Tengah Polres Tulang Bawang yang turun ke lapangan dipimpin langsung Kanit Reskrim IPDA M. Sari Akip, gagal bertemu Sud (50th) ayah dari MZH (16th), pelajar sebuah SLTA yang dikabarkan baru saja melahirkan. Turut dalam rombongan tersebut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto, mereka datang diantar Ketua RT setempat, Senin (3/7/2017).

Di rumah yang hampir seminggu ini usai Hari Raya Idul Fitri pintu dan jendelanya selalu tertutup rapat itu mereka hanya bisa bertemu Nanang Iskandar (23th) kakak kandung MHZ. Dari pria muda yang bicara sangat hati-hati dan terkesan tertutup itu polisi belum banyak memperoleh keterangan. Nanang hanya mengatakan adiknya beserta ayah-ibunya telah pergi semalam. Kemana, dimana dengan siapa selebihnya ia menjawab tidak tahu.

“Saya tidak dirumah semalam, mereka tidak meninggalkan pesan apa-apa. Setahu saya pergi ke Surabaya mengobati adik,” terangnya seakan menyembunyikan sesuatu.

Mengetahui kedatangan polisi tersebut tak hendak menangkapnya, jelang kepulangan rombongan mendadak Nanang menunjukkan sikap aslinya, ia bicara dengan suara tinggi. Hal itu sempat memancing Ketua LPA Tubaba angkat bicara. Elia Sunarto menegaskan, kedatangan rombongan ini untuk menolong adiknya.

“LPA hadir untuk mendampingi MZH bukan cuma proses hukumnya saja. Adikmu pasti tertekan, masih ingin sekolah, kami juga tahu bayi yang dilahirkan pun butuh perawatan serius, LPA Tubaba akan dampingi dapatkan itu semua, termasuk advokasi hukum, kami ada timnya,” terang Elia Sunarto menanggapi kekhawatiran kakak korban kalau sekarang adiknya semakin stress.

Sebelumnya, Jum’at (30/6) Ketua LPA Tubaba yang mendapat pengaduan perihal ini segera melakukan penjangkauan korban, sayang Bhabinkamtibmas setempat yang dihubungi via ponselnya tak merespon kontak LPA, padahal pesan terkirim dan terbaca.  

Terpisah, anggota DPRD Tubaba, Paisol juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang dialami warga di dapilnya itu. Politisi Partai Demokrat yang diketahui sangat peduli dengan perlindungan anak tersebut meminta aparat kepolisian bisa bekerjasama dengan stakeholder yang ada, termasuk dengan LPA Tubaba. Dia berharap polisi segera dapat mengungkap dan menangkap pelakunya.

Untuk diketahui, kabar siswi SLTA melahirkan bayi perempuan pada Jum’at (23/6) itu telah menggegerkan tetangga kanan-kirinya, apalagi MZH dikenal sebagai anak yang pendiam dan taat ibadah dan selama ini tidak nampak hamil.

Dari penelusuran LPA Tubaba diketahui bayi perempuan yang lahir pada sekitar pukul 11.28 WIB itu lahir sehat, meskipun dengan berat badan hanya 1,8 kg dari keterangan bidan yang membantu kelahirannya diketahui bayi tersebut premature. MZH disekolah tergolong siswa berprestasi. Salah satu upaya yang dilakukan LPA Tubaba adalah mengupayakan MZH tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

“Hanya berbobot 1.8 kg lahir diusia kehamilan sekitar 7 bulan, butuh perawatan intensif Pak. Tolong usahakan agar mau diinkubator,” terang sumber LPA Tubaba menghiba.

Sikap tertutup keluarga khususnya ayah MZH tentu mengundang kecurigaan banyak kalangan, dua kali panggilan kepalo tiyuh pun diacuhkan, tiba-tiba tengah malam pergi tanpa cerita, diduga kuat ada pihak ketiga yang coba melindungi dan menyembunyikan keluarga korban.

Dari sejumlah kasus ditemukan, kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur paling banyak dilakukan oleh orang dekat korban. (es).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar