TULANG BAWANG TENGAH, TUBABA (PojokTubaba.com) – Rombongan penyidik
dari Polsek Tulang Bawang Tengah Polres Tulang Bawang yang turun ke lapangan dipimpin
langsung Kanit Reskrim IPDA M. Sari Akip, gagal bertemu Sud (50th)
ayah dari MZH (16th), pelajar sebuah SLTA yang dikabarkan baru saja
melahirkan. Turut dalam rombongan tersebut Ketua Lembaga Perlindungan Anak
Kabupaten Tulang Bawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto, mereka datang diantar
Ketua RT setempat, Senin (3/7/2017).
Di rumah yang hampir seminggu
ini usai Hari Raya Idul Fitri pintu dan jendelanya selalu tertutup rapat itu mereka
hanya bisa bertemu Nanang Iskandar (23th) kakak kandung MHZ. Dari pria muda
yang bicara sangat hati-hati dan terkesan tertutup itu polisi belum banyak memperoleh
keterangan. Nanang hanya mengatakan adiknya beserta ayah-ibunya telah pergi
semalam. Kemana, dimana dengan siapa selebihnya ia menjawab tidak tahu.
“Saya tidak dirumah semalam, mereka tidak meninggalkan pesan apa-apa.
Setahu saya pergi ke Surabaya mengobati adik,” terangnya seakan
menyembunyikan sesuatu.
Mengetahui kedatangan polisi
tersebut tak hendak menangkapnya, jelang kepulangan rombongan mendadak Nanang
menunjukkan sikap aslinya, ia bicara dengan suara tinggi. Hal itu sempat
memancing Ketua LPA Tubaba angkat bicara. Elia Sunarto menegaskan, kedatangan rombongan
ini untuk menolong adiknya.
“LPA hadir untuk mendampingi MZH bukan cuma proses hukumnya saja. Adikmu
pasti tertekan, masih ingin sekolah, kami juga tahu bayi yang dilahirkan pun
butuh perawatan serius, LPA Tubaba akan dampingi dapatkan itu semua, termasuk
advokasi hukum, kami ada timnya,” terang Elia Sunarto menanggapi
kekhawatiran kakak korban kalau sekarang adiknya semakin stress.
Sebelumnya, Jum’at (30/6)
Ketua LPA Tubaba yang mendapat pengaduan perihal ini segera melakukan
penjangkauan korban, sayang Bhabinkamtibmas setempat yang dihubungi via
ponselnya tak merespon kontak LPA, padahal pesan terkirim dan terbaca.
Terpisah, anggota DPRD Tubaba,
Paisol juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang dialami warga di
dapilnya itu. Politisi Partai Demokrat yang diketahui sangat peduli dengan
perlindungan anak tersebut meminta aparat kepolisian bisa bekerjasama dengan
stakeholder yang ada, termasuk dengan LPA Tubaba. Dia berharap polisi segera
dapat mengungkap dan menangkap pelakunya.
Untuk diketahui, kabar siswi
SLTA melahirkan bayi perempuan pada Jum’at (23/6) itu telah menggegerkan
tetangga kanan-kirinya, apalagi MZH dikenal sebagai anak yang pendiam dan taat
ibadah dan selama ini tidak nampak hamil.
Dari penelusuran LPA Tubaba
diketahui bayi perempuan yang lahir pada sekitar pukul 11.28 WIB itu lahir
sehat, meskipun dengan berat badan hanya 1,8 kg dari keterangan bidan yang
membantu kelahirannya diketahui bayi tersebut premature. MZH disekolah
tergolong siswa berprestasi. Salah satu upaya yang dilakukan LPA Tubaba adalah
mengupayakan MZH tetap dapat melanjutkan pendidikannya.
“Hanya berbobot 1.8 kg lahir diusia kehamilan sekitar 7 bulan, butuh
perawatan intensif Pak. Tolong usahakan agar mau diinkubator,” terang
sumber LPA Tubaba menghiba.
Sikap tertutup keluarga
khususnya ayah MZH tentu mengundang kecurigaan banyak kalangan, dua kali
panggilan kepalo tiyuh pun diacuhkan, tiba-tiba tengah malam pergi tanpa
cerita, diduga kuat ada pihak ketiga yang coba melindungi dan menyembunyikan
keluarga korban.
Dari sejumlah kasus ditemukan,
kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur paling banyak dilakukan oleh orang
dekat korban. (es).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar